Ancaman Sesar Cimandiri, Inilah Tanggapan Bupati

SUKABUMI, DISASTERS.ID – Menanggapi ancaman gempa bumi dari pergerakan Sesar Cimandiri yang berpotensi M6,5 Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan pihak pemerintah daerah sudah memiliki informasinya dan memetakannya di 47 kecamatan.

“Mitigasi bencana sudah dilakukan. Tapi siapa yang tahu waktu akan terjadinya gempa,” kata Marwan selesai Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Gerakan Pramuka di Pendopo Sukabumi, Kamis (2/2/2023).

Baca juga :
https://disasters.id/2023/02/06/sesar-cimandiri-berpotensi-gempa-magnitudo-65/

Terkait mitigasi gempa yang dilakukannya, diapun memberi contoh kegiatan mitigasi gempa di negara Jepang. Dimana di negeri Sakura ini mulai dari anak-anak kecil hingga orangtua diberikan pendidikan dalam menghadapi situasi bencana gempa bumi.

Kemudian yang paling penting saat ini mengajak masyarakat yang akan mendirikan bangunan-bangunan harus yang kuat menahan getaran gempa. Karena selama ini banyak yang membangun rumah tidak aman dan tahan gempa.

Terkait kondisi rumah, Marwan mengakui beberapa hari lalu sempat ada tuntutan dari masyarakat dan aparat desa. Saat itu dituntut perbaikan sarana prasarana desa dan rumah yang rusak dampak gempa bumi.

Ketika dinvestigasi ke lapangan, ternyata bangunannya tidak memenuhi ketentuan konstruksi bangunan. Padahal hal tersebut harusnya tidak terjadi karena yang membangun perangkat desa.

“Edukasi kepada masyarakat ini yang paling penting. Kami sudah melakukannya melalui kepala desa, kader-kader kebencanaan, juga Pramuka Peduli saat ke lokasi-lokasi bencana,” ujar Marwan.

Meskipun sulit, lanjut dia, tetap harus disampaikan kepada masyarakat mengenai upaya pengurangan risiko bencana ini. Terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

Berbagai edukasi mitigasi bencana akan terus diupayakan. Termasuk di lembaga-lembaga pendidikan atau sekolah bisa dimasukan dalam kurikulum muatan lokal (mulok).

Keterangan Foto : Bupati Sukabumi Marwan Hamami

Facebook Comments